NDS Lite - Tampak Terbuka dengan StylusPernah ngebayangin main game yang bisa berinteraksi langsung selain melalui tombol dan control pad? Bayangkan nikmatnya main game simulasi memasak yang di dalamnya kita bisa merajang bawang, mengaduk adonan, membalik telur dadar di penggorengan…dan semuanya dilakukan dengan menyentuh objek-objek tersebut di layar.

Inovasi seperti ini sudah diakomodir oleh Nintendo dengan konsol game handheld-nya Nintendo Dual Screen. Dengan konsol ini, gamer bisa berinteraksi dengan permainan melalui banyak cara yang sebelumnya tidak bisa dilakukan, tusuk, gesek, geser, elus, putar dan lain-lain bisa dilakukan dengan stylus langsung di layar sentuhnya, tentu saja gamer juga bisa berinteraksi dengan cara yang konvensional, dengan control pad dan tombol. O iya, saya lupa menyebutkan bahwa gamer juga bisa berinteraksi dengan cara meniup, bicara atau teriak dengan konsol ini. Artikel ini juga dapat dilihat di sini.

Semua itu bisa dilakukan karena Nintendo Dual Screen (selanjutnya disebut NDS) menyediakan 3 fasilitas untuk berinteraksi dengan konsol:

  1. Sentuh Layar (dengan stylus).
  2. Meniup atau berbicara (dengan microphone).
  3. Dengan control pad dan tombol.

Ada 2 versi NDS, yang pertama kali dirilis oleh Nintendo adalah NDS Classic dengan bentuk yang agak besar, Nintendo kemudian merilis versi selanjutnya NDS Lite yang bentuknya lebih kecil dan lebih “sleek“.

Kebetulan belum lama ini tukangKOMENTAR baru saja membeli NDS Lite versi Asia warna hitam charcoal. Saya akan coba melakukan review kecil-kecilan.

Di dalam Box

NDS LiteSaat membuka kardus NDS Lite versi Asia, kita akan mendapatkan 1 buah konsol (pastilaahh..:D), 1 buah charger 220V dengan colokan yang pasti cocok di seantero nusantara, 1 buah handstrap berlogo Nintendo, 2 buah stylus dan buku manual dalam bahasa Inggris + Jepang. Sedikit anjuran…baca dulu deh buku manualnya, terutama cara charging…karena akan berpengaruh terhadap umur batere.